Dokumen baru belum lama ini diungkapkan oleh Edward Snowden yang menunjukkan bahwa National Security Agency (NSA) Amerika dan Government Communications Headquarters (GCHQ) Inggris menyusup ke video feed ke unmanned air vehicles (UAVs, drones) milik Israel.


Seperti kebanyakan pesawat militer sekarang ini, drone dilengkapi dengan kamera video. Kamera ini digunakan untuk merekam materi pengintaian atau untuk memeriksa secara visual sasaran yang diinginkan. Data yang diperoleh dari kamera tersebut dikodekan dan dikirim melalui satelit ke pangkalan militer atau special ground stations.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, AS dan Inggris mendirikan special ground stations di Troodos, Siprus pada tahun 1998, special ground stations tersebut di buat khusus untuk mencegat video feed dari pesawat tak berawak milik Israel. Kedua negara tersebut menemukan frekuensi masing-masing drone, Teknik tersebut mirip dengan mendengarkan frekuensi pada radio polisi.

Sejak itu, Israel melakukan enkripsi untuk feed video pada drone mereka. Namun AS dan agen Inggris kembali menemukannya pada tahun 2008 bahwa dengan mengambil screenshot berkala video yang dienkripsi, mereka bisa menggunakan C library disebut AntiSky untuk menguraikan beberapa gambar dan mendapatkan foto dari drone yang terenkripsi. The Intercept
 
Top