Peraturan 41 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman AS hingga saat ini menjadi polemik pengguna internet dan berbagai macam perusahaan yang ada di dunia, kenapa? Karena perubahan peraturan 41 yang dikelurkan oleh Departemen Kehakiman AS memberikan kekuatan kepada FBI jauh lebih besar untuk melakukan hack secara legal ke setiap komputer di Amerika dan bahkan mungkin di mana saja di dunia, hanya dengan surat perintah tunggal yang dikeluarkan oleh hakim AS.


Namun, kedua kelompok kebebasan dan perusahaan teknologi telah mengecam adanya perubahan peraturan tersebut, karena memungkinkan polisi dan FBI melakukan hack jarak jauh ke komputer seseorang dan juga di seluruh dunia. Google, Electronic Frontier Foundation (EFF), Demand Progress, FightForTheFuture, TOR (The Onion Router), Private Internet Access, Golden Frog, Hide My Ass dan penyedia VPN lainnya telah bergabung untuk memblokir perubahan Peraturan 41 tersebut.

"Pemerintah AS ingin menggunakan aturan federal yang dikenal sebagai Peraturan 41 - untuk secara radikal memperluas kewenangannya hack," kata Electronic Frontier Foundation. "Perubahan Peraturan 41 akan membuat lebih mudah bagi mereka untuk masuk ke komputer kita, mengambil data, dan terlibat dalam pengawasan jarak jauh."

Kembali pada bulan Maret, majelis hakim menyetujui perubahan yang diusulkan oleh DOJ (U.S. Department of Justice), dan kemudian Mahkamah Agung AS menyetujui perubahan aturan sebulan kemudian, yang memungkinkan penegak hukum untuk meminta surat perintah untuk melakukan hack ke komputer dimana saja di dunia. Ini berarti bahwa pengguna hidden services bisa menjadi rentan, tidak peduli alat apa yang mereka gunakan termasuk TOR, VPN, dan proxy.

Anda juga dapat mengambil bagian dalam No Global Warrants petition, mendorong Kongres Amerika untuk memblokir perubahan Peraturan 41 sebelum menjadi peraturan permanen pada bulan Desember 2016.



 
Top