Ketika server email pribadi Hillary Clinton terkena hack awal tahun ini, Hillary Clinton mendapatkan banyak kritik karena praktik keamanan yang buruk pada penanganan dokumen rahasia yang tersimpan di server email pribadinya. Kritikan pun datang dari kandidat presiden dari Partai Republik - Donald Trump dan pendukungnya yang juga terus mengkritik penggunaan server email Hillary Clinton. Dan berikut pernyataan Donald Trump dalam debat cybersecurity:


"The security aspect of cyber is very, very tough. And maybe it's hardly doable. But I will say, we are not doing the job we should be doing. But that's true throughout our whole governmental society. We have so many things that we have to do better, Lester, and certainly, cyber is one of them."

Lupakan Clinton, Trump ternyata juga memiliki pengaturan internet yang mengkhawatirkan yang berpotensi lumpuh. Hal tersebut disampaikan oleh peneliti keamanan Kevin Beaumont yang telah melihat server email yang dioperasikan oleh organisasi Trump, menemukan bahwa sejumlah server email untuk hotel Trump, lapangan golf, dan bisnis lain berjalan menggunakan software versi usang yang tidak menerima update keamanan.

Misal, mail server untuk domain Trump Organization, TrumpOrg.com, menggunakan perangkat lunak usang, termasuk sistem operasi Windows Server 2003, dengan Internet Information Server 6. Microsoft mengakhiri dukungan untuk Windows Server 2003 pada bulan Juli 2015. situs resmi Microsoft berbunyi:

"Microsoft will no longer issue security updates for any version of Windows Server 2003. If you are still running Windows Server 2003 in your datacenter, you need to take steps now to plan and execute a migration strategy to protect your infrastructure."

Lemahnya keamanan ini membuat e-mail organisasi Trump rentan terhadap serangan penjahat cyber. Beaumont memposting temuannya di Twitter beberapa waktu lalu. Halaman e-mail Trump Organization (webmail.trumporg.com) menampilkan header Microsoft Exchange Outlook Web Access (OWA) dan kode sumber halaman HTML mengungkapkan situs yang menggunakan aplikasi usang yaitu March 2015 build of Microsoft Exchange 2007 (SP3 RU16), yang berisi sejumlah kerentanan keamanan, menurut catatan Sean Gallagher dari Ars.
 
Top