Angkatan Udara AS sedang menyelidiki kegagalan jaringan komputer rahasia di Creech Air Force Base, yang merupakan pusat dari pengendali pesawat tak berawak di seluruh dunia sebagai alat pembunuh paling berbahaya saat ini. Jaringan tersebut mengalami masalah pada awal September dan hingga saat ini masih dalam pembenahan, menurut catatan pemerintah AS.


Para pejabat militer tidak mengatakan apakah kegagalan kritis itu karena masalah teknis internal, serangan cyber, atau sesuatu yang lain. "Penyelidikan masalah ini sedang berlangsung," kata Mayor Malinda Singleton, juru bicara Angkatan Udara AS yang menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Jaringan komputer yang bermasalah di Creech tersebut disebut dengan nama SIPRNet atau Secret Internet Protocol Router Network, jaringan internet paralel rahasia yang dapat mengirimkan data rahasia intelijen, target, penyadapan elektronik, dan video. Menurut catatan federal di fbo.gov.

Creech, di Nevada, dianggap sebagai jantung dari program "pembunuhan yang ditargetkan" AS. Dari sana, pilot Angkatan Udara mengoperasikan "pesawat bersenjata jarak jauh" - drone - melalui link satelit di Suriah, Afghanistan, Pakistan, Somalia dan tempat lain. Predator dan Reaper yang dikenal dengan nama MQ1 dan MQ9 ini juga digunakan untuk pengawasan dan pengumpulan intelijen.

Dalam beberapa minggu terjadi kecelakaan jaringan di Creech, ada serangkaian serangan udara yang dianggap cacat. Insiden-insiden yang mengakibatkan sejumlah kematian di Suriah, Afghanistan dan Somalia, masih dikaji dan di-investigasi.

Pada tanggal 17 September, satu minggu setelah terjadinya gangguan komputer mereka, 62 tentara Suriah menjadi target serangan udara AS di tengah gencatan senjata. Di Afghanistan, 15 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 28 September, menurut PBB, Seorang pejabat Pentagon mengatakan insiden ini sedang dikaji.

Juga pada 28 September di Somalia, 22 tentara Somalia dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS. Pihak berwenang Somalia mengatakan tidak satupun dari mereka adalah anggota jaringan teroris. Lagi, seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa tragedi tersebut sedang ditinjau.
 
Top