Tiga sumber anonim mengatakan kepada Reuters bahwa Yahoo membuat alat khusus yang memungkinkan NSA dan FBI dapat memindai email semua orang secara real-time untuk beberapa kondisi yang diinginkan oleh kedua lembaga pemerintah Amerika tersebut yang kemudian memungkinkan lembaga itu mengambil email pengguna Yahoo yang di anggap berbahaya.


Menurut laporan, Yahoo menerima permintaan rahasia dari dua lembaga tersebut untuk membangun perangkat lunak khusus pada awal 2015, yang kemudian disanggupi perusahaan pada bulan Mei 2015. Tiga sumber tersebut juga mengatakan bahwa Yahoo melawan perintah rahasia itu, namun pada kenyataannya CEO Yahoo - Marissa Mayer memberikan lampu hijau untuk membangun perangkat real-time untuk pemindaian email.

Reuters melaporkan bahwa tim keamanan Yahoo menemukan alat real-time tersebut sebulan kemudian dan awalnya mereka mengira terkena serangan penjahat cyber. Akibatnya, persetujuan yang diberikan tersebut membuat Marissa Mayer keluar dan keanggotaan Yahoo CISO (Chief Information Security Officer) yang kemudian mengakibatkan Alex Stamos mengundurkan diri dan memutuskan untuk bergabung ke Facebook.

Menurut laporan lain dari New York Times dari minggu lalu, Mayer telah mengabaikan masalah keamanan dan menolak untuk meningkatkan anggaran keamanan dan banyak lagi, yang pada akhirnya menyebabkan Yahoo terkena serangan penjahat cyber pada 2014 dan penyerang mencuri data di lebih dari 500 juta pengguna Yahoo. Reuters tidak dapat memverifikasi berapa banyak email yang tekah di pindai oleh NSA dan FBI dari sistem Yahoo menggunakan email scanning tool.
 
Top