Turki melarang layanan online dari banyak situs dan layanan yang ditawarkan oleh raksasa teknologi termasuk Microsoft onedrive, Dropbox, dan Google Drive, serta layanan hosting GitHub seperti diinformasikan Turkey Blocks. Layanan sepenuhnya diblokir pada hari Sabtu setelah adanya kebocoran beberapa email pribadi yang diduga milik Menteri Energi dan Sumber Daya Alam - Berat Albayrak juga anak Presiden Recep Tayyip Erdogan.


Github, Dropbox, dan Google Drive memperlihatkan SSL error yang menunjukkan intersepsi lalu lintas di tingkat nasional atau ISP di seluruh Turki. Bocornya informasi tersebut berasal dari kelompok hacktivist 20 tahun yang dikenal dengan nama RedHack, yang berhasil membocorkan 17 GB file yang berisi 57.623 email yang dicuri dari mulai bulan April 2000 sampai September tahun ini. Pengadilan di Turki menegaskan keaslian bocornya file tersebut.

Langkah memblokir layanan tersebut untuk menekan peredaran email-email yang dicuri untuk melakukan kampanye propaganda dan penipuan. Menurut Turkey Blocks, Google Drive sudah diblokir pada hari Minggu, sementara layanan lainnya masih tersedia di dalam negeri. Seperti Cina, Turki telah lama dikenal memblokir akses layanan online utama untuk mengontrol warganya menjelajah di Internet. Pada bulan Maret, Turki melarang rakyatnya mengakses Facebook dan Twitter, menyusul ledakan bom mobil di ibukota Turki Ankara.

Hal yang sama terjadi pada bulan Maret 2014, ketika Twitter dilarang di Turki setelah munculnya klip di YouTube dan Twitter tentang korupsi besar-besaran dari Perdana Menteri Turki - Recep Tayyip Erdogan. Kemudian ada kelompok hacker yang berhasil memperlihatkan email pribadi dari anggota pemerintah Turki dan hampir 50 juta warga Turki termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah diposting online.
 
Top