Perusahaan teknologi besar termasuk Facebook, Google, dan Microsoft, berlomba-lomba membawa konektivitas internet ke beberapa tempat yang belum terjama internet melalui perangkat nirkabel,  flying drones, high-altitude balloons, dan laser beams. Tapi, pendiri SpaceX - Elon Musk memiliki rencana besar untuk membawa layanan Internet murah di seluruh dunia yang semuanya dimulai di ruang angkasa.


Untuk mewujutkan hal tersebut, Elon Musk akan menyiapkan Private rocket dan meminta pemerintah AS untuk memberikan izin meluncurkan 4.425 satelit di orbit untuk memberikan akses internet berkecepatan tinggi ke dunia, menurut sebuah aplikasi baru yang diajukan dengan Federal Communications Commission (FCC). Berikut potongan dokumen yang berisi 102 halaman tersebut menjelaskan,
Sistem ini dirancang untuk memberikan broadband dan layanan komunikasi untuk pengguna perumahan, komersial, institusional, pemerintah dan profesional di seluruh dunia.
Awalnya diumumkan pada bulan Januari 2015 sebagai bagian dari rencananya untuk mendanai sebuah kota di Mars, proyek ini akan menelan biaya setidaknya $ 10 Miliar, namun demikian pada dokumen terbaru tersebut tidak menyebutkan perkiraan biaya atau rencana pembiayaan proyek internet di luar angkasa. Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX), perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat tersebut menjelaskan rincian teknis dalam dokumen, yaitu satelit akan dipergunakan sebagai Internet Service Provider (ISP) untuk menawarkan layanan broadband kecepatan tinggi dan komunikasi global.

Jaringan SpaceX yang diusulkan akan dimulai dengan peluncuran awal 800 satelit, Satelit akan diluncurkan ke orbit pada ketinggian mulai dari 715 mil (1.150 km) ke 790 mil (1.275 km) di atas Bumi. Setiap satelit mempunyai bobot 850 pon (386 kg) dan bisa memberikan akses internet dengan bentang jarak 2,120km. Jika hal tersebut berhasil, dimungkinkan akan ada peningkatan jumlah satelit di orbit lebih dari 300%, yang secara keseluruhan akan berfungsi untuk menyediakan jaringan Internet di seluruh dunia dengan menawarkan kecepatan Internet hingga 1 Gbps.

    SpaceX mengatakan, "Setelah sepenuhnya dikerahkan, Sistem SpaceX akan mencakup hampir semua bagian permukaan bumi dan memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan global di mana-mana."

Bisnis utama SpaceX sebenarnya adalah meluncurkan satelit ke orbit untuk pemerintah dan pelanggan komersial, termasuk mengirimkan kargo ke Stasiun Antariksa Internasional untuk NASA. Namun, SpaceX bukan satu-satunya perusahaan yang berambisi untuk memberikan internet melalui luar angkasa. OneWeb - didukung oleh Airbus, Virgin, Bharti, dan Qualcomm dan Boeing juga telah mengajukan aplikasi untuk spektrum untuk mendukung Internet berbasis satelit.
 
Top