Keamanan cyber merupakan tantangan utama di dunia saat ini, sepertinya serangan cyber telah menjadi lebih otomatis dan sulit untuk dideteksi, di mana praktik keamanan cyber tradisional tidak lagi memadai untuk melindungi bisnis, pemerintah, dan organisasi lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelligence dan Machine Learning makin populer di bidang keamanan cyber, membantu IT dan profesional keamanan lebih efisien dan cepat mengidentifikasi risiko dan mengantisipasi masalah sebelum terjadi.


Berhubungan dengan hal tersebut, baru baru ini pengguna Microsoft Windows 10 dimanjakan dengan fitur terbaru dari Microsoft, Microsoft menawarkan fitur kecerdasan yang diterapkan melalui Windows security service, yang akan meningkatkan kemampuan keamanan yang tersedia pada Windows 10. Kabar buruknya adalah bahwa hal itu tidak gratis. Perusahaan ini menawarkan "differentiated intelligence" yang akan ditambahkan pada Windows 10, dijuluki Windows Defender Advanced Threat Protection (WDATP), yang membantu perusahaan mendeteksi, menyelidiki, dan menanggapi serangan lanjutan pada jaringan mereka.

Hal ini menjadi mungkin setelah Microsoft baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan FireEye yang mengintegrasikan vendor keamanan iSIGHT Threat Intelligence ke Windows Defender Advanced Threat Protection. Sebagai bagian dari kemitraan, Microsoft akan memberikan FireEye akses ke semua data telemetri dari setiap perangkat yang menjalankan Windows 10, seperti diinformasikan oleh ARN.

Bukan rahasia lagi bahwa Windows 10 mengumpulkan segala macam informasi dari setiap pengguna Windows 10 dimana saja berada, data telematri tersebut selanjutnya akan dikirimkan langsung ke Microsoft, data telematri tersebut kemudian diolah oleh Microsoft untuk membantu mengidentifikasi masalah keamanan, memperbaiki masalah dan meningkatkan kualitas sistem operasi.

Data telemetri yang dimaksud mencakup informasi tentang perangkat yang menjalankan Windows 10, daftar aplikasi yang terpasang, crash dumps, dan statistik lainnya dari perangkat yang didukung oleh sistem operasi terbaru. Namun, pada kenyataannya kemampuan data mining yang dilakukan oleh Microsoft ini justru mengangkat beberapa masalah privasi di antara pengguna Windows.
 
Top