Mantan Walikota New York - Rudolph W. Giuliani telah ditunjuk sebagai penasihat keamanan cyber untuk Presiden terpilih Donald Trump, tapi tampaknya ia tidak pernah benar-benar memeriksa pertahanan keamanan situs perusahaannya sendiri.



Giuliani akan memimpin kelompok Cybersecurity untuk Presiden terpilih, dan "akan berbagi keahlian dan wawasan sebagai teman terpercaya mengenai masalah keamanan di sektor swasta," Tim Transisi Trump mengumumkan beberapa waktu lalu.

Tim transisi Trump telah menginformasikan penunjukan Giuliani karena mempunyai pengalaman selama 16 tahun "memberikan solusi keamanan di sektor swasta," akan tetapi penunjukan tersebut banyak menui kritik salah satunya kicauan pengguna di Twitter berikut ini:

'What does the former New York mayor know about cyber security?'

Saat berita muncul, pengguna online mulai memindai website  Rudolph W. Giuliani "www.giulianisecurity.com" dan menemukan bahwa situs tersebut sangan rentan terhadap serangan cyber. Situs ini berjalan pada versi lama Joomla! - Gratis, open-source content management system (CMS) - yang rentan terhadap serangan cyber.

Situs juga menggunakan versi lama dari bahasa skrip PHP, menggunakan sertifikat SSL kedaluwarsa, berjalan di atas versi 10-tahun dari FreeBSD OS server dan bahkan gagal untuk mengikuti praktik keamanan dasar lainnya.

Menurut Robert Graham dari Errata Security, Giuliani tidak membangun situs sendiri; dia malah "dikontrak dengan beberapa desainer web generik untuk meletakkan halaman sederhana dengan hanya beberapa konten dasar."

Giuliani adalah CEO cybersecurity sektor swasta, Giuliani Partners, merupakan perusahaan keamanan cyber yang menangani konsultan klien internasional yang mengklaim menawarkan "berbagai layanan keamanan komprehensif dan manajemen krisis."
 
Top