Menanggapi sampah WikiLeaks CIA, beberapa perusahaan teknologi, termasuk Apple, Microsoft, Samsung, Google dan bahkan Linux Foundation merilis laporan mereka. Sementara Apple mengatakan sudah menambal kerentanan yang terdapat pada iOS jauh sebelum munculnya dump CIA yang dirilis oleh Wikileaks, Sedangkan respon Google hampir sama dengan Apple yaitu mereka sudah banyak melakukan penambalan kerentanan yang terdapat pada sistem mereka.


Direktur information security and privacy Google - Heather Adkins mengatakan dalam sebuah pernyataan:

    "Meninjau dokumen CIA yang dirilis WikiLeaks, kami yakin bahwa update keamanan dan perlindungan pada Chrome dan Android kepada pengguna sudah banyak diterapkan. Analisis kami sedang bekerja  mengimplementasikan perlindungan lebih lanjut. Kami selalu membuat keamanan menjadi prioritas utama."

Microsoft dan Samsung juga bereaksi terhadap klaim WikiLeaks bahwa CIA menciptakan malware untuk mengawasi pengguna pada sistem operasi Windows Microsoft dan Samsung SmartTV.

Microsoft: "Kami menyadari terhadapa laporan tersebut dan mencari ke dalamnya," sementara Samsung mengatakan:. "Melindungi privasi konsumen dan keamanan perangkat kami adalah prioritas utama Samsung, Kami menyadari laporan yang dimaksud dan segera mencari solusi yang tepat. "

Vault 7 yang dirilis oleh WikiLekas juga menunjukkan bahwa CIA telah menciptakan "attack and control systems" untuk membajak PC berbasis Linux, Linux Foundation CTO - Nicko van Someren menanggapi, memberikan pernyataan untuk BBC:

    "Linux adalah sistem operasi yang banyak digunakan di seluruh dunia, sehingga tidak mengherankan bahwa lembaga negara dari berbagai negara menargetkan Linux untuk dikompromi. [Tapi] siklus rilis yang cepat yang dirilis komunitas open source memungkinkan perbaikan kelemahan sistem akan mengurangi dampak serangan."
 
Top