WikiLeaks belum lama ini menerbitkan dokumen rahasia bersekala besar yang pernah bocor melibatkan Badan Intelijen Amerika (CIA). WikiLeaks mengumumkan seri Year Zero, di mana organisasi whistleblower akan mengungkapkan rincian program hacking rahasia CIA.


Sebagai bagian dari Year Zero, Wikileaks menerbitkan arsip yang pertama, berjudul Vault 7 yang mencakup dokumen dengan total 8.761 dokumen sebesar 513 MB yang bisa didapatkan melalui (torrent | password), dokumen tersebut banyak mengekspos informasi tentang berbagai zero-day eksploit dikembangkan untuk iOS, Android, dan sistem operasi Microsoft Windows.

Arsip berjudul Vault 7 yang berjumlah 8.761 dokumen tersebut hingga saat ini keaslian dokumen belum dapat diverifikasi segera, namun WikiLeaks mengklaim bahwa kebocoran ini berasal dari jaringan aman pada CIA Center di markas Cyber ​​Intelligence di Langley, Virginia.

Menurut analisis awal dan press release, diperkirakan kebocoran tersebut mencakup pada seluruh kemampuan hacking CIA, termasuk kemampuannya untuk hack smartphone seperti pada aplikasi messaging media sosial populer termasuk aplikasi pesan WhatsApp.

    "Teknik ini mengizinkan CIA untuk memotong enkripsi dari WhatsApp, Signal, Telegram, Weibo, Confide dan Cloackman oleh hacking smartphone yang mereka jalankan dan mengumpulkan audio dan pesan lalu lintas sebelum enkripsi diterapkan," kata WikiLeaks.

Eksploitasi berasal dari berbagai sumber, termasuk lembaga mitra seperti NSA, GCHQ atau swasta, serta unit khusus CIA dan juga Pengembangan Mobile Branch yang mengembangkan eksploitasi zero-day dan malware untuk hacking smartphone, termasuk iPhone dan iPads.

    "Pada akhir 2016, divisi hacker CIA, yang secara resmi berada di bawah lembaga Center for Cyber ​​Intelligence (CCI), memiliki lebih dari 5000 pengguna terdaftar dan telah menghasilkan lebih dari seribu sistem hacking, trojan, virus, dan malware weaponized lainnya," kata WikiLeaks.

Badan ini dapat melakukan remote dan mengaktifkan kamera serta mikrofon smartphone yang memungkinkan untuk hack platform media sosial sebelum enkripsi diterapkan.
 
Top