Presiden Rusia Vladimir Putin percaya sumber dari munculnya WannaCry datang dari komunitas intelijen Amerika Serikat. Ransomware/worm WannaCry yang telah menghancurkan komputer di lebih dari 150 negara di seluruh dunia juga telah mempengaruhi sejumlah besar komputer di Rusia.


"Sumber ancaman ini, menurut saya, sama seperti yang dikatakan Microsoft dalam pernyataannya. Mereka mengatakan bahwa sumber utama penyebab virus ini adalah dinas intelijen Amerika Serikat. Rusia sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Dalam keadaan seperti ini, aneh rasanya mendengarnya, "kata Putin, seperti dikutip Interfax.

Putin menambahkan bahwa institusi Rusia tidak terpengaruh secara serius oleh serangan cyber global tersebut. "Bagi kami, tidak ada kerusakan yang signifikan pada institusi kami - baik untuk perbankan, maupun sistem kesehatan, maupun yang lainnya. Namun hal ini menyebabkan kekhawatiran," Kata Putin

Putin menggunakan pernyataan Microsoft untuk menunjukkan jari pada badan intelijen Amerika. Meskipun benar bahwa mereka membawa sebagian dari kesalahan tersebut, namun saat ini situasinya jauh lebih kompleks.

Tentu saja seharusnya, NSA seharusnya berbagi informasi zero-day dengan Microsoft dan bukannya menyimpannya. Namun kemudian, kelompok hacker Shadow Brokers berhasil mencuri file dan membuangnya secara online tanpa memikirkan konsekuensinya. Peretas di belakang WannaCry, apa pun kewarganegaraan mereka, memanfaatkan informasi yang terpapar dan membangun sebuah ransomware yang sangat kuat.

Seandainya semua sistem telah diperbarui sebagaimana mestinya, Microsoft sebenarnya jauh hari sudah merilis sebuah patch untuk menambal kerentaana tersebut sehingga serangan global ini tak akan berpengaruh besar.
 
Top